Ponorogo, 02 Oktober 2026 — PT BPR Arthaya Indotama Pusaka (Bank Arthaya) kembali melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui Sharing Analisis Kredit dan Penilaian Jaminan yang berlangsung di Ruang Meeting Kantor Cabang Ponorogo, Jumat (02/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh Account Officer sebagai bagian dari upaya Bank Arthaya untuk terus meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menjalankan proses perkreditan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang diskusi dan pembelajaran praktis yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Materi disampaikan oleh Ardiansyah Jauhari, Credit Analyst PT BPR Arthaya Indotama Pusaka, yang membagikan pengetahuan dan pengalaman dari pelatihan yang telah diikuti, khususnya terkait Analisis Kredit dari pelatihan PERBARINDO serta Penilaian Jaminan dari pelatihan MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Deny Hendra selaku Manager Bisnis dan Donny Asmara selaku Manager Risk, Compliance, APU PPT Manager. Kehadiran jajaran manajemen menunjukkan dukungan terhadap proses pengembangan kompetensi karyawan, khususnya dalam memperkuat pemahaman yang sejalan antara aspek bisnis, risiko, dan kepatuhan dalam proses perkreditan.
Memperdalam Pemahaman Analisis Kredit
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan sharing mengenai Analisis Kredit dengan mengacu pada materi yang diperoleh dari pelatihan PERBARINDO.
Analisis kredit merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pemberian kredit. Dalam pelaksanaannya, Account Officer perlu memahami kondisi calon debitur secara menyeluruh, mulai dari karakter, kondisi usaha, sumber penghasilan, tujuan penggunaan kredit, kemampuan memenuhi kewajiban, hingga berbagai faktor yang dapat memengaruhi kelancaran pembayaran.
Melalui sesi sharing ini, peserta diajak untuk memahami kembali pentingnya pengumpulan informasi dan verifikasi data sebagai dasar dalam melakukan analisis. Informasi yang diperoleh melalui wawancara, dokumen, maupun kunjungan lapangan perlu dipahami dan dianalisis secara menyeluruh agar dapat memberikan gambaran mengenai kondisi calon debitur.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat membantu Account Officer dalam menyusun analisis dan rekomendasi kredit secara lebih sistematis dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Penilaian Jaminan: Dari Teori hingga Praktik Langsung
Sesi berikutnya membahas mengenai Penilaian Jaminan yang bersumber dari materi pelatihan MAPPI.
Dalam proses perkreditan, pemahaman terhadap objek jaminan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Account Officer perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik objek jaminan serta hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pemeriksaan di lapangan.
Yang menjadi bagian penting dari kegiatan ini adalah peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi secara teori, tetapi juga langsung melaksanakan praktik.
Setelah memperoleh penjelasan dari pemateri, peserta diberikan kesempatan untuk menerapkan materi melalui praktik penilaian dan pengamatan terhadap objek jaminan. Melalui praktik tersebut, peserta dapat secara langsung menghubungkan konsep yang telah dipelajari dengan kondisi yang dapat ditemui dalam pekerjaan di lapangan.
Praktik juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang mungkin ditemukan saat melakukan kunjungan maupun pemeriksaan terhadap objek jaminan. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan aplikatif.
Metode pembelajaran yang memadukan teori, diskusi, dan praktik langsung diharapkan dapat membantu peserta memahami materi secara lebih utuh serta meningkatkan kesiapan dalam menerapkannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Membangun Kesamaan Pemahaman dalam Proses Perkreditan
Selain penyampaian materi dan praktik, kegiatan juga menjadi ruang bagi Account Officer untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan berbagai kondisi yang ditemui dalam pelaksanaan pekerjaan.
Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman, khususnya mengenai bagaimana informasi yang diperoleh dari calon debitur dapat dianalisis dan bagaimana pemeriksaan terhadap jaminan dapat dilakukan secara cermat.
Account Officer memiliki peran penting dalam proses perkreditan karena berinteraksi secara langsung dengan calon debitur maupun debitur. Mulai dari menggali informasi, melakukan wawancara dan kunjungan, memahami kondisi usaha, melakukan analisis, hingga menyusun rekomendasi kredit.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi secara berkelanjutan diperlukan agar Account Officer dapat menjalankan setiap tahapan tersebut dengan pemahaman yang semakin baik.
Sinergi antara Bisnis, Risiko, dan Kepatuhan
Kehadiran Manager Bisnis serta Manager Risk, Compliance, APU PPT Manager dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari pentingnya sinergi antar-fungsi dalam pelaksanaan proses perkreditan.
Aspek bisnis perlu berjalan bersama dengan penerapan manajemen risiko dan kepatuhan. Pemahaman terhadap kebutuhan debitur dan peluang bisnis perlu diimbangi dengan kemampuan mengidentifikasi serta mengelola berbagai risiko yang mungkin muncul.
Melalui kegiatan sharing dan praktik seperti ini, Bank Arthaya terus mendorong terciptanya pemahaman yang selaras mengenai pentingnya menjaga kualitas proses perkreditan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan ketentuan yang berlaku.
Komitmen Bank Arthaya terhadap Pengembangan SDM
Kegiatan Sharing Analisis Kredit dan Penilaian Jaminan menjadi salah satu bentuk komitmen Bank Arthaya dalam mendorong pembelajaran dan pengembangan kompetensi karyawan secara berkelanjutan.
Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan eksternal tidak berhenti pada peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dibagikan kembali melalui kegiatan internal agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi tim.
Dengan adanya kombinasi sharing materi, diskusi, dan praktik langsung, peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan tersebut ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Bank Arthaya akan terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan, mendukung proses bisnis, serta memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap aktivitas perkreditan.
Melalui SDM yang terus belajar dan berkembang, Bank Arthaya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan proses bisnis yang berkualitas bagi masyarakat.
