Ponorogo, 23 Maret 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia 2025, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama komunitas lingkungan, masyarakat setempat, serta Bank Arthaya menggelar aksi penanaman 100 biopori di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi air serta sebagai upaya konkret dalam mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya banjir dan penurunan kualitas air tanah.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk relawan, aktivis lingkungan, awak media, komunitas, serta warga sekitar. Sebanyak 40 relawan dari Maesa Group turut serta dalam aksi ini sebagai mitra Yayasan Menabung Air. Selain penanaman biopori, panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain, seperti penanaman 300 pohon oleh Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), pembagian sembako, santunan bagi anak yatim, serta sosialisasi tentang konservasi air kepada masyarakat.
Sebagai salah satu lembaga keuangan yang peduli terhadap lingkungan, Bank Arthaya turut serta dalam aksi ini dengan memberikan dukungan partisipasi aktif dari karyawan dalam proses penanaman biopori. Bank Arthaya menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program maesa group.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memberikan apresiasi atas kegiatan ini dan mengajak masyarakat untuk terus melakukan aksi serupa. “Dengan adanya biopori, kita tidak hanya mengurangi banjir, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar beliau.
Sementara itu, Andi Widodo, Humas & Kemitraan Yayasan Menabung Air, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan penanaman 5.000 biopori di tahun ini pada lokasi-lokasi strategis yang rawan banjir dan kekeringan. “Kami ingin memastikan bahwa gerakan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat secara luas,” ungkapnya.
Hari Air Dunia yang diperingati setiap tanggal 23 Maret menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap sumber daya air. Dengan adanya aksi penanaman biopori ini, diharapkan masyarakat Ponorogo semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola air secara berkelanjutan.